Panutan! 10 Srikandi Hebat di Balik Gemilangnya E-commerce

477
0
SHARE

Hanna Faridl (Chief Merchandiser and Buyer Officer di Hijup)

Riau Digital.com, Jakarta –
Kata siapa perempuan tidak bisa menjadi pemimpin dalam sebuah perusahaan? Kesenjangan gender yang terjadi di beberapa perusahaan ditepis oleh kesepuluh srikandi yang membawa kesuksesan e-commerce di Indonesia ini.

Di balik perusahaan yang kuat ada perempuan yang hebat. Perempuan di balik keberhasilan e-commerce ini menduduki posisi level pimpinan. Ada yang sebagai chief operating officer (COO), chief marketing officer (CMO), chief technology officer (CTO), chief financial officer (CFO), chief creative officer (CCO) hingga chief executive officer (CEO).

Siapa saja perempuan yang berada di posisi tersebut? Simak berikut ulasannya:

Melissa Siska Jumito (COO di Tokopedia)

Perempuan lulusan University of Washington ini memulai kariernya di Tokopedia pada tahun 2012 di posisi pimpinan divisi accounting & finance. Berselang enam tahun, akhirnya ia peroleh jabatan COO.

Tanggung jawab yang harus ia pikul tidaklah mudah, namun Melissa memiliki keandalan dalam aspek manajerial bisnis. Sebagai COO, ia harus bertanggung jawab atas operasional internal perusahaan yang meliputi operasional kantor, mengatur inti bisnis perusahaan, hingga penghubung karyawan dan CEO.

Natalia Firmansyah (CFO di Bukalapak)

Belum lama menduduki jabatan CFO, Natalia telah melanglang buana dalam dunia ekonomi selama lebih dari 17 tahun. Perempuan lulusan Trisakti ini telah mahir terhadap akuntansi, jadi ia dipercaya untuk memegang posisi penting dalam e-commerce Bukalapak. Natalia dipercaya menjabat sebagai CFO sejak bulan Mei 2018, dan segala aspek finansial saat ini menjadi tanggung jawabnya.

Christin Djuarto (Direktur di Shopee Indonesia)

Christin menjabat sebagai Direktur di Shopee sejak setahun belakangan. Saat pertama bergabung dengan Shopee, ia menduduki posisi head of operation.

Melihat kepiawaian yang dimilikinya selama setahun membesarkan divisi operasional dari 0 hingga 200 orang, ia pun diangkat menjadi direktur hingga saat ini. Mulanya, ia mulai merintis karier dari perusahaan industri gaming bernama Garena di Singapura.

Lila Nirmandari (CFO di Elevania)

Perempuan selanjutnya yang berkiprah besar dalam e-commerce di Indonesia adalah CFO Elevania, Lila Nirmandari. Ia telah menjabat sebagai CFO selama enam tahun. Kiprahnya di dunia bisnis sudah bukan setahun dua tahun lagi.

Sebelumnya ia pernah mengepalai sejumlah posisi finansial strategis di XL Axiata selama 16 tahun. Ketertarikannya pada topik finansial dan e-commerce membuat perempuan ini meninggalkan XL Axiata dan kemudian fokus di Elevania.

Chrisanti Indiana (CMO & Co-Founder di Sociolla)

Berawal dari kesulitannya dalam mencari produk kecantikan di Indonesia yang berasal dari distributor resmi, akhirnya Chrisanti Indiana memutuskan untuk membuat e-commerce yang khusus menjual produk kecantikan, Sociolla.

Selain menjadi co-founder, perempuan lulusan kampus Billy Blue College of Design ini sejatinya juga merupakan CMO yang bertanggung jawab memimpin dan mengembangkan strategi pemasaran Sociolla.

Lima tahun menjabat sebagai CMO, Chrisanti begitu mahir dalam mengomunikasikan pesan melalui bentuk desain visual.

Cendyarani Cendyarani (CFO di Bhinneka.com)

Menuntut ilmu dalam dunia bisnis di Prasetiya Mulya Business School menjadi modal bagi Cendyarani menganalisis berbagai isu finansial di dalam perusahaan sehingga ia menjadi CFO di Bhinneka.com sejak Mei 2018 lalu. Sebelum menjadi CFO, ia memulai karier sebagai seorang auditor junior.

Alice Norin (CCO & Co-Founder 8Wood)

Namanya memang tidak asing dalam dunia seni peran. Alice norin mulai menjelajah dunia bisnis pada tahun 2013. Ia mendirikan perusahaannya sendiri yang meletakkan fokus pada busana terkini wanita, 8Wood.

Kemampuan leadership dan kreativitas Alice Norin menggarap strategi bisnis membuahkan hasil berupa suntikan pendanaan yang didapat dari pihak luar.

Anastasia Wibowo (CFO di Lazada Indonesia)

Anastasia Wibowo mengawali tahun baru 2019 dengan tantangan baru sebagai CFO di Lazada Indonesia. Perempuan lulusan California State University San Bernardino ini memiliki pengalaman mumpuni untuk memimpin tim finansial di sejumlah perusahaan internasional seperti Unilever dan Coca-Cola Amatil. Sebelum pindah ke Lazada Indonesia, Anastasia bertanggung jawab sebagai CFO di perusahaan pengemasan barang skala global bernama Amcor.

Diajeng Lestari (CEO di Hijup)

Istri dari CEO Bukalapak, Diajeng Lestari mendirikan Hijup dengan tujuan memenuhi kebutuhan fesyen Muslimah di Indonesia. Awal berdirinya Hijup, perempuan lulusan Universitas Indonesia ini sempat merangkap berbagai macam jabatan, mulai direktur hingga staf eksekutif.

Dengan kegigihannya, Diajeng telah mempunya tim sendiri dan mampu membawa penjualan Hijup sampai berbagai mancanegara.

Hanna Faridl (Chief Merchandiser and Buyer Officer di Hijup)

Hanna Faridl punya latar belakang akademik terkait produksi media. Selama 3 tahun ia menjalani pendidikan TV Production di New York Institute of Technology, bekal itu ia jadikan sebagai modal utama untuk membaca tren pasar dan menentukan strategi merchandising di Hijup.

Sebelumnya, Hanna juga menginisiasi konten majalah khusus Hijup yang bernama Laiqa Magazine. Majalah ini menghadirkan kisah-kisah muslimah inspiratif dan kehidupan fesyen muslimah terkini.

sumber : warta ekonomi